Thursday, October 8, 2026

Sekolah sambil berjualan es keliling


Mau makan jangan malas, bro! Itulah kira-kira ungkapan yang sering keluar untuk menggambarkan betapa susahnya mencari makan. Akan tetapi, bukan berarti kita berdiam diri dan tidak bergerak karena hal itu. Meskipun Allah Swt. telah menetapkan rezeki-Nya—sebagaimana firman-Nya: "Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu"—bukan berarti pula kita bermalasan, berdiam diri, dan pasrah begitu saja dengan keadaan.

Banyak ayat dalam Al-Qur'an yang memotivasi kita untuk giat menjemput rezeki-Nya:

"Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (QS. Al-Qasas: 73)

"Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah: 10)

Begitulah pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah seorang anak lelaki semasa sekolah menengah pertama (SMP). Ia mengambil hikmah saat tidak diterima di sekolah negeri, yang kala itu menjadi impian anak-anak kampung. Mungkin, jika saat itu diterima di sekolah negeri, lelaki kecil tersebut tidak dapat belajar mandiri dan tidak tertempa oleh keadaan. Tuntutan untuk bertahan hidup ternyata menempa anak lelaki yang menginjak remaja itu. Pakde dan bude yang secara kondisi ekonomi sangat kekurangan, mengharuskannya untuk berusaha agar bisa tetap sekolah dan membantu kebutuhan hidup.

Karena jadwal sekolahnya pada waktu itu masuk siang/sore, maka pagi hari dimanfaatkannya untuk berjualan es lilin keliling kampung. Dengan bermodal sepeda yang dibelinya dari hasil angpau saat disunat ketika kelas lima, ia dengan penuh semangat hampir setiap hari berkeliling kampung. Alhamdulillah, ia bisa membawa satu kotak kecil berisi 100 buah es lilin. Jika terjual habis, ia mendapatkan uang sebesar Rp1.000. Dari keuntungan itulah ia bisa menyisihkan uang untuk membayar SPP dan sebagiannya untuk jajan saat sekolah.

Namun, di balik keuntungan yang didapatkannya, banyak suka duka yang ia alami. Ia pernah menangis di jalan karena sepedanya tidak bisa bergerak akibat terjebak lumpur. Pernah juga menangis karena jualannya tidak laku; maklum, saat musim hujan atau masa peceklik, pasti banyak sisa. Dagangannya memang bisa habis, tetapi banyak yang membayarnya nanti-nanti alias berhutang. Tentu ada pula dukanya, dan kenangan manis itulah yang terus membuatnya bersemangat—di mana saat baru keluar untuk berkeliling, dagangannya langsung diborong pembeli. Tentu anak lelaki itu merasa sangat bahagia karena bisa lebih banyak beristirahat dan bermain seperti anak-anak yang lain.

Begitulah aktivitas anak lelaki itu selama duduk di bangku SMP. Profesi sebagai pedagang es keliling yang dilakoninya hampir tiga tahun tersebut telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan mengajarinya arti bersyukur yang sesungguhnya.

Sunday, January 11, 2026

SEGITIGA EMAS

 

Silahkan jika ada yang memberikan penjelasan dari ilustrasi gambar tersebut....

Sunday, April 27, 2025

BERDAMAI DENGAN HATI

 


Sabtu yang lalu (26 April 2025) saya berangkat ke Balikpapan melalui perjalanan darat dengan menyetir kendaraan sendiri untuk mendampingi anak pertama saya yang saat ini sedang berikhtiar untuk mengikuti seleksi di akademi militer. sebenarnya dari sisi cost lebih mahal dari pada naik pesawat, karena hanya sendiri. dari sisi waktu juga tidak efektif karena terlalu lama, sisi keamanan juga demikian. tapi hati ini terlalu kuat untuk tetap melangkah, entah mengapa demikian. tapi..., seakan ada yang ingin kulepaskan semua hal yang mendera dalam hati ini, mungkin rasa lelah, rasa bosan atau rasa apapun lainnya. Alhamdulillah kurang lebih 13 jam sampai di Samarinda. dalam perjalanan itu terbuka semua bayang-bayang masa lalu dalam benak fikiran, dengan hati berdebar sepanjang jalan yang hanya ditemani dengan sepi, seraya berdo'a dan berzikir agar selalu diberikan keselamatan, dilupakan semua hal yang menghimpit perasaan, dimudahkan dalam segala urusan...

Hati!,  aku sudah menuruti perasaanmu, meski ruh dan raga ini lelah, demimu kuturuti semua agar hati dan raga tetap bisa berdamai untuk aktifitas yang lebih padat dan panjang. Semoga Alloh mencurahkan Rahmat-Nya untuk kita semua.. Aamiin

I miss u so much yang  jauh disana

Sunday, April 20, 2025

Momen Kebersamaan PANDAWA LIMA

 

Momen langka atau jarang sekali terjadi kami (baca : Pandawa Lima) bisa berkumpul bersama. Hampir semua dari kami yang bertempat tinggal relatif  berjauhan bisa kembali berkumpul setelah 15 tahun silam. Benar, bersamaan dengan hajatan khitan Ananda daffa, anak pertama dari adik kami Suyanto (sebut saja Sadewa, dalam nama Pandawa), yang juga memanfaatkan liburan Syawal 1446 H, tepatnya 11 Syawal 1446 H/ 12 April 2025. Rasa syukur yang tak terhingga tentu kami haturkan kehadirat Alloh Swt, yang memberikan keberkahan, kesehatan dan kebahagiaan kepada keluarga besar SAMINKAS (baca : Samin-Kasminah) terkhusus untuk Ibunda kami Kasminah. Atas do'a beliaulah kami semua menjadi orang-orang yang baik, sukses dunia wal akhirat. Aamiin.semoga juga Alloh senantiasa menganugerahkan kesehatan untuk beliau (ibunda kami), umur yang panjang dan berkah..Aamiin.

Momentum pertemuan kami mengambil judul "PANDAWA SYUKUR", yang kemudian diangkat dalam cerita Wayangan untuk meramaikan acara tersebut, yang tentu dibalik itu harapan besar kami adalah, agar kami dan keluaga kami semua tetap rukun, bersatu, kompak, selalu dalam kebaikan sampai dengan akhir hayat, dan Alloh kembali kumpulkan kami semua bersama dengan orang-orang sholeh kelak di Surga-Nya. Aamiin yaa Mujiiba Du'ati Saailinn

Monday, December 30, 2024

BELAJAR MENJADI AYAH YANG BAIK

 Tepat 10 hari, terhitung mulai tanggal 21 sampai dengan 31 desember saya membersamai anak lelakiku sholeh dalam menjalani operasi pada bagian hidung, mulai dari proses antre pendaftaran , proses perawatan hingga kembali melakukan kontrol untuk membuka perban bekas operasi di Poli THT di salah satu RSU swasta di Samarinda. banyak pelajaran yang saya dapatkan diantaranya ;

Pertama saya merasa mendapat pelayanan terbaik dari rumah sakit, karena prosesnya tidak terlalu ribet meskipun perlu banyak bertanya tentang proses pendaftaran yang serba digitalisasi, ruangan inap yang sangat bersih, meskipun sempat ditempatkan di kelas 3 (seharusnya kelas 1) yang kapasitas isi ruangan sekitar 4 pasien, tetapi kondisi ruangan selalu dalam kondisi bersih, termasuk juga kamar mandinya, ada bagian cleaning service yang standby dan setiap hari membersihkan kamar mandi. Selain itu juga saya selaku pihak keluarga yang menjaga pasien diberikan ID Card, dan hanya boleh 1 orang yang menjaga dan memang kebetulan saya hanya datang sendiri untuk mendampingi anak saya, dan kita bisa fokus untuk mendampingi anak dan melakukan komunikasi secara efektif dengan perawat karena dalam ruangn disediakan bel untuk bisa berkomunikasi dengan perawat melalu perangkat audio yang ada diruangan. Kitapun juga tidak disibukkan dengan hal-hal lain, seperti antre obat ataupun urusan lain yang berurusan dengan pasien, semua ditangani oleh pihak rumah sakit. demikian pula jam besuk telah ditentukan pada jam tertentu, apabila telah habis waktu besuk, maka akan diberikan peringatan melalui perangkat audio yang di pasang disetiap ruangan dan tidak terlalu lama selesai peringatan datang satpam untuk memeriksa kondisi ruangan, termasuk kamar mandi untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pengunjung. 

Kedua saya banyak belajar untuk bisa menjadi ayah yang baik. Sepuluh hari saya mendampingi anak saya yang sedang menjalani operasi. disitu bagaimana saya menjadi lebih dekat dengan anak, merawatnya dengan kasih sayang, selain itu juga saya harus menyempatkan diri untuk video call dengan anak-anak yang ada di rumah, dengan ibunya juga tentunya. mungkin hal yang sederhana, tapi mungkin menjadi luar biasa di depan anak-anak. selama ini saya, kita semua disibukkan dengan pekerjaan di kantor kita masing-masing, hingga lupa membangun kedekatan dengan anak-anak, berbagi cerita dengan anak-anak, mencium keningnya, menyuapin makan dan lain sebagainya. kita semua mungkin sering mendengar bahwa banyak anak telah kehilangan ayahnya. Kehilangan ayah bukan berarti ayahnya tidak ada, atau pergi entah kemana, akan tetapi mereka merasa tidak memiliki ayah. padahal ayahnya sehat secara fisik, tinggal satu rumah, mencukupi semua kebutuhan tetapi sang aya tidak dekat dengan anaknya, tidak pernah bergurau, tidak pernah berbagi cerita, itulah yang disebut dengan istilah father less, ada ayah seperti tidak ada ayahnya. disinilah mungkin saya harus meminjam istilah dalam matematika, bahwa 1 ≠ 0, satu tidak sama dengan nol. bagaimana seorang ayah harus memposisikan dirinya menjadi 1 ≠ 0. karena jika menjadi 1 = 0, maka angka satu menjadi tidak berarti, sembilan ditambah satu tidak akan pernah menjadi sepuluh. maknanya adalah bagaimana keberadaan ayah selalu dinantikan dalam keluarga, selalu dinantikan oleh anak-anaknya, menjadi penyejuk, menjadi penyemangat, menjadi teladan dalam segala kebaikan dan sebagainya. bukan adanya sang ayah sama saja dengan tidak adanya sang ayah. bahkan sering menjadi masalah buat anak-anaknya, kekerasan, bullying dan sebagainya. 

dalam Islam sendiri posisi ayah menjadi sangat penting dalam keluarga, khususnya dalam mendidik anak-anaknya, diantaranya ;

Mengajarkan agama kepada anak-anaknya, sebagaimana Allah Swt berfirman dalam QS Al Baqoroh ayat 132-133

Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman:13)

Memberikan nasihat kepada anak-anaknya, Alloh Swt juga berfirman :

Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud : 43)

Menjadi penjaga anak-anaknya, Alloh Swt berfirman :

Dia (Yakub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.” (QS. Yusuf:13

Menjaga persaudaraan diantara anak-anaknya, Alloh Swt berfirman :

Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (QS. Yusuf:18)

Mengajarkan sifat amanah, Alloh Swt berfirman :

Dia (Yakub) berkata, “Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu, sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung (musuh).” Setelah mereka mengucapkan sumpah, dia (Yakub) berkata, “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan.” (QS. Yusuf:66)

dipetik dari https://hidayatullah.com/artikel/2023/06/08/252674/9-peran-ayah-dalam-pendidikan-anak-menurut-al-quran.html

semoga dengan ini saya dan kita semua bisa menjadi ayah yang baik, ayah yang selalu dinantikan kehadirannya. 

love u all (my wife n my children)

Demikian cerita liburan saya bagaimana dengan liburanmu???